ANALISASULUT.COM, BOLTIM — 30 Desember 2025. Suasana kebersamaan dan optimisme terasa kuat di Dusun II, Desa Inaton, saat mahasiswa POKJA IV Kuliah Kerja Dakwah (KKD) dari IAI Muhammadiyah Kotamobagu secara resmi mengukuhkan Majelis Taklim Jihadunnisa. Kegiatan ini menjadi penanda lahirnya ruang baru bagi perempuan desa untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pengukuhan Majelis Taklim Jihadunnisa berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri oleh Sangadi Desa Inaton, jajaran perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu Desa Inaton dari berbagai latar belakang. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni kelembagaan, tetapi juga simbol tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan desa.
Ketua mahasiswa POKJA IV KKD IAI Muhammadiyah Kotamobagu menjelaskan bahwa pembentukan Majelis Taklim Jihadunnisa merupakan bagian dari pendekatan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat. Selama masa KKN, mahasiswa melihat besarnya potensi perempuan Desa Inaton yang belum sepenuhnya terwadahi dalam satu ruang kegiatan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Selama kami berada di Desa Inaton, kami melihat potensi besar pada ibu-ibu desa, baik dalam semangat kebersamaan maupun kepedulian sosial. Majelis Taklim Jihadunnisa diharapkan menjadi ruang yang mampu merawat semangat itu, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat dan Majelis ini kami rancang bersama masyarakat agar tidak berhenti sebagai agenda KKD semata. Harapannya, setelah kami kembali ke kampus, Majelis Taklim Jihadunnisa tetap hidup dan menjadi ruang inisiatif warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Jihadunnisa dalam pernyataannya menekankan bahwa majelis taklim ini ingin hadir dengan wajah yang terbuka, kreatif, dan responsif terhadap realitas kehidupan perempuan desa. Ia menegaskan bahwa kegiatan majelis taklim tidak akan dibatasi pada rutinitas konvensional semata.
“Kami ingin Majelis Taklim Jihadunnisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari perempuan. Tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar mengelola keluarga, ekonomi rumah tangga, kesehatan, hingga kepedulian sosial. Kami ingin majelis ini tumbuh kreatif, saling menguatkan, dan berani berinovasi,” ujar Ketua Majelis.
Menurutnya, Majelis Taklim Jihadunnisa akan mendorong partisipasi aktif anggota melalui berbagai kegiatan kolaboratif, seperti diskusi tematik, kerja sosial, dan program berbasis kebutuhan perempuan desa. Dengan pendekatan tersebut, majelis taklim diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Sangadi Desa Inaton, Bapak Saiful Amrin, S.pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKD yang dinilainya sejalan dengan visi pembangunan desa yang menempatkan manusia sebagai pusat perubahan. Menurutnya, penguatan peran perempuan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan sosial desa.
“Pembangunan desa tidak bisa hanya diukur dari jalan dan bangunan yang berdiri, tetapi juga dari kualitas manusianya. Ketika perempuan diberi ruang untuk belajar, berorganisasi, dan saling menguatkan, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh desa. Ini adalah langkah maju dan progresif bagi Desa Inaton, desa akan bergerak maju jika perempuan di dalamnya ikut bergerak dan diberi ruang. Majelis Taklim Jihadunnisa ini bukan hanya tentang kegiatan rutin, tetapi tentang membangun kesadaran, solidaritas, dan kepemimpinan perempuan Desa Inaton,” tegas Sangadi.
Prosesi pengukuhan dilakukan secara simbolis oleh pemerintah desa bersama mahasiswa POKJA IV KKD IAI Muhammadiyah Kotamobagu, disertai doa bersama sebagai ungkapan syukur. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif ibu-ibu dalam seluruh rangkaian kegiatan, yang mencerminkan besarnya harapan terhadap keberlanjutan Majelis Taklim Jihadunnisa.
Bagi warga Dusun II Desa Inaton, kehadiran Majelis Taklim Jihadunnisa bukan sekadar penambahan organisasi, melainkan ruang baru untuk membangun jejaring sosial, berbagi pengalaman, dan memperkuat peran perempuan dalam kehidupan desa. Banyak peserta berharap majelis ini dapat menjadi tempat yang aman, inklusif, dan memberi dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Melalui pengukuhan ini, mahasiswa POKJA IV KKD IAI Muhammadiyah Kotamobagu berharap dapat meninggalkan warisan pengabdian yang berkelanjutan. Majelis Taklim Jihadunnisa diharapkan tumbuh menjadi kekuatan sosial yang mampu memperkuat kohesi masyarakat, mendorong pemberdayaan perempuan, serta berkontribusi dalam membangun Desa Inaton yang berdaya, religius, dan berkeadaban. ***
Penulis Irham Sengkey

